Apa salahnya berambut keriting ?

Coba cermati gambar berikut ;

Kesan apakah yang kawan tangkap ?? Lucukah ? Menggelitik ? Unikkah? atau …

Mungkin sekilas saya bisa langsung menebak kalau kesan yang kawan tangkap pasti-lah mentertawakan atau bahkan maaf sedikit mengolok tentang ke-nyleneh an rambut si anak.

Rambutnya yg melingker-lingker kayak uler & terlihat mengembang bak sapu terbang.. Duuh begini yaa mudah & ringan mengecap (mengolok) kekurang ideal-an suatu tampilan?  Bijakkah kiranya atau terlampau jujurkah ketika ungkapan tsb. kita lontarkan pada orang yg bersangkutan.  Mungkin figur sample diatas taruhlah seorang anak kecil yg  belum genap akalnya, yg masih terlampau dini untuk bs ber-argumen melakukan pembelaan diri.. mungkin dia cuma bisa menanggapinya dengan rasa marah walau sesaat, atau ujung2nya ya menangis ! sebagai wujud pelampiasan rasa kecewanya (thd kekurangpuasan orang pd dirinya).

Lantas si anak kecil itu-pun menangis mencoba mengadukan pada orangtuanya. And just the way ! Bagaimana jika kawan (Anda ini) adalah anak kecil tsb, kakaknya atau bahkan orangtuanya ?

Cuma olok-olokan..Jangan terlampau diambil hati lhah ” .  Cukupkah kalimat sugestif ini kita lontarkan bila cap/ label ” dinggap buruk bin aneh tsb. senantiasa berulang.

Berambut keriting atau ikal  bagi sebagian orang di negara kita sepertinya masih kurang mendapat apresiasi yang bagus. Terbukti adanya trend rambut di-rebonding yg smakin booming mulai dari kota hingga pelosok desaSeolah semakin mengesankan bahwa kesempurnaan sebuah kecantikan adalah berambut loss/ lurus bak papan tripleks atau idealnya meniru rambut ala nonik-nonik dari etnis tionghoa. Padahal khan kita terdiri dari berbagai macam etnis yang tidak kesemua ber-genetik rambut loss melainkan ada yg semi ikal/ berombak hingga yg ikal sekali/ kribow dari sono-nya. Nah yang berambut tidak lurus itulah yg dianggap jelek, tidak ideal bak sebuah cacat, aib atau bahkan dosa yang membuat pemiliknya minder dan berusaha untuk merubah/ menghilangkanya.  Padahal di luar negeri yang center-nya teknologi & pakarnya mode,  rambut keriting maupun lurus tampaknya “sah-sah saja” tidak terlalu di-labelisasi dengan sebutan2 : si-kiting (keriting pen:), si kriwil, si gimbal, kribow dsb.

Sekali lagi bagaimana jika kekurangan pada diri anda senantiasa di-eksploitir ? minimal jika tidak terjadi pada anda tetapi pada orang-orang terdekat anda?  sakiit khan .. (Ninies Ozi Asfa)